Fakta Ilmiah Meditasi Untuk Kesehatan

“Meditasi sudah terkenal sejak zaman dahulu kala, namun akhir-akhir ini diteliti kemudian dijadikan sebuah disiplin ilmu. Banyak sekali manfaatnya, termasuk dalam hal kesehatan.”

Bukan hanya manfaat jasmani saja yang bisa dirasakan oleh seorang pelaku meditasi, namun rokhani kita juga mendapatkan dampak positifnya. Sejumlah gangguan kesehatan juga bisa di redam dengan terapi meditasi.

Meditasi lahir di benua Asia, namun digandrungi hampir seluruh orang sejagad, mengapa bisa demikian? Benarkah meditasi begitu hebatnya sehingga banyak yang berminat?

Memang awalnya meditasi digunakana sebagai praktek spiritual dan agama, namun sekarang berubah bukan hanya sebagai kegiatan suatu ritual, namun lebih pada bentuk praktik pola hidup sehat. Bisa dikatakan sebagai apapunk agamanya mditasi terpilih sebagai orientasi pola hidup sehat.

Secara tidak langsung praktik meditasi mempunyai dua manfaat yaitu menenangkan pikiran dan relaksasi. Kita bisa melihatnya dalam sebuah aktivitas Budishm, martial art dan yoga. Dari situlah orang bisa memetik pencerahan, kedamaian dan faedah keberagamaan. Berbeda dengan orang barat, bahwa meditasi tidak terkait dengan agama, alias terlepas dari urusan agama, mereka lebih condong ke arah tujuan praktik hidup sehat belaka.

Jika meditasi dikait-kaitkan dengan motivasi keagamaan, ia dimanfaatkan buat kegiatan berdoa yang secara khusus. Intinya apapun bentuk dan cara meditasi itu semua mengarah pada hal positif.

Bukti ilmiah

Sudah empat dasawarsa ini praktik mediatasi dibuktikan secara ilmiah, kegiatan meditasi secara tidak langsung memunculkan efek relaksasi pada tubuh kita. Dengan mempraktikkan meditasi akan bisa mengendalikan fungsi organ tubuh, seperti degup atau detak jantung, pernafasan, tekanan darah dan keseimbangan hormonal dalam tubuh.

Pada sebuah penelitian, ketika tubuh sedang meditasi ada sejumlah fakta ilmiah, bahwa kinerja otak berubah. Aktivitas otak yang berubah adalah pada bagian saraf otonom, bisa dikatakan sebagai sistem otak yang tidak di bawah kemauan kita.

Saraf ini biasanya berfungsi sebagai pengontrol pencernaan, tekanan darah, jantung, termasuk sistem kelenjar hormonal.

Dengan meditasi maka gelombang alpha otak akan menjadi rileks. Sifat kimiawi otak yang berfungsi sebagai pengantar bioelektrik (neuro transmitter) otak akan berubah ke arah menyehatkan, selain itu gelombang-gelombang otak positif lainnya juga ikut merubah.

Penyakit non-fisik dapat mengganggu fisik

Beban jiwa menumpuk yang diakibatkan aktivitas hidup sehari-hari, atau dengan bahasan lain disebut sebagai gangguan psychosomatic. Apalagi penyakit psikis sangat mempengaruhi pada kondisi fisik.

Penyakit jiwa ini didominasi oleh sistem saraf otonom yang mengendalikan kinerja jantung, pencernaan, pembuluh darah, hormonal dan kekebalan tubuh. Nah, dengan penyakit yang di bawah saraf otonom inilah yang menjadikan banyak orang mengeluh. Ini bukan penyakit badan, melainka kejiwaannya yang perlu diobati.

Meditasi sebagai pendukung terapi

Meditasi mampu mengendalikan sistem saraf otonom yang sulit dikendalikan. Kinerja sistem saraf ini ketika tidak terkontrol menjadikan saraf organ tubuh yang berada di bawah kendalinya menjadi over. Kemudian peran meditasi adalah mengembalikan fungsi semua sistem saraf organ tubuh kembali semula.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa meditasi merupakan sebuah praktik mudah yang bisa dilakukan semua orang, semua orang seakan-akan harus melakukan hal ini, karena manfaatnya yang luar biasa.

Pada intinya semua gangguan tubuh dan jiwa dapat tertolong dnegan melakukan praktik meditasi, namun praktik ini bukan sekali jadi. Butuh ketekunan dan serius untuk mempraktikkannya agar tercapai hasil yang maksimal.

Bukan hanya sebagai fungsi kesehatan, namun disebut juga sebagai teknik terapi. Siapa saja bisa melakukan, dimana saja, tanpa obat kimia, tanpa tindakan invasif, bisa  mengatasi berbagai gangguan fungsi organ-organ tubuh, sistem saraf otonom, mengendalikan sistem hormonal dan sistem imun tubuh.